Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA), Lili Yan Ing, mengungkap kebijakan tiga bank besar dunia yang menarik dananya dari Indonesia dalam nilai yang besar. Mencapai Rp11,5 triliun.
“Paling tidak ada tiga bank besar internasional yaitu Standard Chartered, Citibank, dan HSBC yang melakukan penarikan aliran dana paling tidak sekitar USD $640 juta atau setara sekitar Rp11,5 triliun,” demikian kata Lili dalam unggahan di akun TikTok @lili 3 Agustus 2026.
Lili menilai penarikan dana itu adalah bagian dari perubahan strategi bisnis global, dan tiga bank tersebut tidak hengkang total dari Indonesia.
Lili menjelaskan, fenomena capital outflow yang dilakukan sejumlah bank asing disebabkan sejumlah faktor yang perlu dicermati.
Alasan utama mereka mengalihkan dana keluar dari Indonesia adalah karena mereka melepaskan bisnis retail consumer dan mengalihkannya ke wealth management pada tingkat global.” ungkapnya.
Menurut Lili, langkah itu sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Standard Chartered melepas bisnis retail consumer banking kepada Bank Danamon, Citibank menjual bisnis konsumennya kepada UOB Indonesia, sedangkan HSBC mengalihkan bisnis serupa kepada OCBC.
Meski demikian, ketiga bank tersebut masih tetap beroperasi di Indonesia dengan fokus pada segmen korporasi, nasabah prioritas, layanan investasi, hingga pengelolaan aset.
Lili menilai perubahan strategi tersebut tidak sepenuhnya berdampak negatif. Justru, pengambilalihan bisnis oleh bank domestik maupun bank regional Asia dinilai menjadi peluang bagi industri perbankan nasional untuk berkembang.
Dengan berpindahnya bisnis ritel ke pemain regional, kata Lili, bank-bank di Asia memiliki kesempatan lebih besar memperluas pangsa pasar dan memperkuat daya saing di sektor layanan perbankan konsumen.
Namun yang harus diperhatikan, Lili menyebut keputusan tiga bank global keluar dari Indonesia, menunjukkan bahwa mereka tidak lagi melihat peluang ekspansi bisnis consumer banking di Indonesia sebesar beberapa tahun lalu.
“Dari sisi negatifnya, bank-bank besar dunia tidak melihat adanya harapan ekspansi atau perkembangan bisnis consumer retail mereka di Indonesia.” jelasnya.
Lili menyinggung kondisi Indonesia saat ini. Yaitu terjadi pelambatan ekonomi domestik, khususnya penurunan jumlah masyarakat kelas menengah ataunmidle class, ditambah melemahnya daya beli masyarakat.
“Karena itu, mereka mengalihkan fokus dari bisnis consumer retail dan kembali menjalankan strategi global dengan memusatkan perhatian pada wealth management,” tandas Lili.

Komentar0